Renungan Minggu 14 Februari 2010
Jumat, 12 Pebruari 2010

Renungan :

 

BELAJAR DARIKERANG MUTIARA

 

                Konon ada dua cara bagimanamanusia menghadapi tantangan dan kesulitan. Cara yang pertama adalah isolasi. Ia berusaha keras melarikandiri, mengisolasi atau mengasingkan diri serapat-rapatnya, sehingga tantangantak mampu menyentuhnya. Sedangkan cara yang kedua adalah insulasi. Insulasi adalah cara yang dipakai negara-negara empatmusim, yang ‘membungkus' dinding rumah mereka sedemikian rupa, sehingga panasdi dalam ruangan tidak mudah hilang.

                Kalau saja dapat diwujudkan kedalam kenyataan, kedua cara itu sebenarnya sama baiknya. Masalahnya, bagaimanamungkin orang bisa sepenuhnya ‘mengisolasi' diri dari tantangan sekitar? Iya,kan? Sebab itu, saya menganjurkan agar kita belajar ilmu insulasi dari kerangmutiara. Anda pasti mengetahui bahwa proses terjadinya sebuah mutiara bermuladari sebutir pasir yang ‘nyasar' atau sengaja ditaruh di tubuh si kerang.Kerang itu tentu risih ada benda asing mampir di tubuhnya. Tetapi membuang itudari tubuhnya, ia tak mampu. Sebab itu, yang dilakukannya adalah menginsulasiatau membungkus pasir itu dengan cairan tubuhnya. Pasir yang semula mengganggu,kini menjadi mutiara yang indah.

                Seorang bernama Milo, asalCrotona, pernah sesumbar bahwa dalam waktu tiga bulan ia akan mampu mengangkatseekor banteng dewasa dengan kedua tangannya. Tak seorang pun mempercayainya.Namun, pada harinya mereka toh datang juga untuk melihat apakah Milo mampumemenuhi janjinya. Ternyata bisa! Apa gerangan yang ia lakukan selama tigabulan itu? Mula-mula ia membeli seekor anak banteng. Setiap pagi dan petanghari ia berlatih mengangkat tubuh anak banteng itu, yang selama tiga bulantentu telah bertumbuh menjadi anak banteng yang dewasa. Milo membuktikankebenaran teori untuk  menghadapikesulitan dengan telaten. Maka keberhasilan menghadapi kesulitan yang satu akanmemampukan Anda mengalahkan kesulitan yang lebih besar yang datang kemudian.

                Rasul Paulus juga memberikanresep jitu mengenai bagaimana ‘menginsulasi' tantangan penindasan, kesesakan,penganiayaan, dan sebagainya. Yaitu ‘menginsulasinya' dengan kasih Allah yangada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Roma 8:35-39). Amin.

                                                                                                                                                                                                                                 Diambil dari:

                                                          365 ANAK TANGGA

MENUJU HIDUP BERKEMENANGAN

  Karya: (Alm.) Pdt. Eka Darmaputera