|
Renungan: BERSYUKUR Saudaraku,kata bersyukur tentu tidak asing lagi di telinga kita. Sebagai orang Kristenkita sering mendengar kata tersebut dalam khotbah-khotbah. Apa arti bersyukur?Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa DepartemenPendidikan Indonesia: ber·syu·kur berarti berterimakasih; mengucapkansyukur. Sedangkan kata dasar syukur sendiri berarti rasaterima kasih kepada Allah. Berdasarkankamus tersebut jelas kata syukur diterjemahkan sebagai rasa terimakasih kepadaTuhan, bukan kepada yang lain, juga bukan kepada sesama manusia. Untuk menolong kita sekalian dalam memahami artibersyukur, saya mengajak Saudara-saudara untuk membaca Lukas17: 11 - 19. Kalau kita simak cerita tadi, kita melihat bahwa hanyaseorang dari sepuluh orang yang telah disembuhkan yang bersyukur danberterimakasih, hal ini sebetulnya mengecewakan Yesus yang dinyatakan-Nya padaayat ke 18 yaitu "Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakanAllah selain dari pada orang asing ini?" Pada zaman itu orang Samariadianggap sebagai orang asing dan bangsa yang kurang dihargai. Namun orang yangkurang dihargai itu justru mampu menghargai kasih Yesus yang telahmenyembuhkannya. Kisah ini hendak mengingatkan kita semua tentang artibersyukur. Apakah kita juga sudah bersyukur kepada Tuhan seperti 1 orangSamaria itu? Atau, jangan-jangan kita lupa bersyukur seperti ke-9 orang itu?Tentunya, Tuhan ingin agar kita semua mengingat kebaikan Tuhan dan bersyukurkepada-Nya. Saudaraku,bersyukur, akan saya bagi dalam 3 bagian yaitu: 1. Bersyukur atas hal-hal yang besar Biasanya, kita akanbersyukur untuk hal-hal yang besar dan menyenangkan atau "menguntungkan" kita,misalnya kita mendapatkan kenaikan jabatan, kenaikan gaji, mendapatkan proyek,keberhasilan mencapai sesuatu yang diidam-idamkan, pindah ke rumah baru,mendapatkan anak/cucu yang sempurna, sembuh dari penyakit, terhindar darimarabahaya, keberhasilan anak kita dalam studi dan karir, mendapat pekerjaanyang baik, pemilu berlangsung dengan damai, dan masih banyak lagi hal besaryang kita syukuri. Jadi bersyukur di sini adalah hal yang umum/lumrah. 2. Bersyukur atas hal-halyang kecil Bersyukur atas hal-hal yangkecil ini lebih jarang kita lakukan, kalaupun dilakukan hanya sebagai"formalitas" saja dibandingkan dengan bersyukur atas hal-hal yang besar.Padahal kalau kita renungkan bersyukur atas hal-hal yang biasa kita temuiadalah hal-hal yang jauh bebih penting dari pada hal-hal besar, karena banyakhal-hal biasa yang kita alami sebetulnya adalah penopang kehidupan kita.Misalnya air, adalah hal yang jauh lebih penting dari makanan, kita selaluberdoa jika hendak menyantap makanan, bagaimana kalau kita hendak meminum air?Konon katanya kalau kita tidak minum 3 hari maka kita akan mati, tetapi kalaukita tidak makan selama 7 hari atau lebih baru kita akan mati. Bagaimana denganrasa syukur kita atas matahari yang masih terbit setiap hari atas bumi yangmasih berputar diatas porosnya, begitu juga atas planet-planet yang beredar diporosnya masing-masing, juga masih tersedianya oksigen secara berlimpah. 3. Bersyukur atas hal-halyang kurang menyenangkan. Rasanya bersyukur atas halini adalah merupakan hal yang paling sulit kita lakukan, dimulai darimenghadapi jalan raya yang macet setiap hari, rumah kita yang mendapatkangiliran pemadaman listrik, rumah kita yang dilanda banjir. Yang lebih sulitlagi kalau kita harus menghadapi musibah kecelakaan, yang menimpa keluarga kitaatau orang yang kita sayangi, atau bahkan kita sendiri. Berdasarkanketiga hal ini, saya mengajak Saudara sekalian untuk senantiasa mengucap syukurdalam segala hal. Sekalipun, kita harus mengalami penderitaan atau musibah,marilah kita melihat hal-hal positif dari peristiwa itu. Niscaya, kita akanmengucap syukur. Jangan lupakan kebaikan Tuhan, tapi marilah kita mengucapsyukur senantiasa. Seperti syair refrein Kidung Jemaat 450 yang mengatakan,"Dalam susah pun senang, dalam segala hal, aku bermazmur dan ucap syukur; itukehendak-Nya". Saudaraku, Tuhan menghendaki saya dan Saudara untuk mengucap syukurdalam segala hal, sama seperti orang Samaria yang mengingat kebaikan Tuhan danmengucap syukur atas kesembuhan yang diterimanya. Tuhan memberkati kita semua.Amin. Oleh:Pnt. Albert B. Solihin/DN
|