GKI Kepa Duri Online
Halaman Utama arrow Warta arrow Renungan arrow Renungan Minggu 24 Januari 2010
Menu Utama
Halaman Utama
Arahan Program
Program Berjalan
Kurikulum Pembinaan
Program dan Kegiatan Komisi
Warta
Links
Panti Asuhan Asih Lestari
Imanitas
Tentang GKI Kepa Duri
Latest Events
No events
Events Calendar
M T W T F S S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
Renungan Minggu 24 Januari 2010 Print E-mail
Minggu, 24 Januari 2010

Renungan:

TUJUHCIRI SEBUAH KOMUNITAS KRISTEN

 

            Mewujudnyatakankomunitas Kristen yang ideal adalah dambaan setiap orang Kristen. Mungkinpertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana cara mewujudkannya? Berikutadalah "model" kehidupan sebuah komunitas Kristen, diambil dari kehidupanjemaat mula-mula (Kis. 2:43-47).

 

1.     Ketakutan. Lukas menulis, "Maka ketakutanlah mereka semua, sedangrasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda" (ayat 43). Di mana adapersekutuan Kristen yang sejati, Tuhan ada di situ. Dan bila Tuhan hadir, orangtidak bisa mengabaikan-Nya. Persekutuan Kristen tidak bisa dianggap sepele atautidak ada, seperti kadang-kadang kita rasakan sekarang. Dalam kasus jemaat yangmula-mula, masyarakat ketakutan. Dalam kasus kita, mengapa justru kita yangketakutan?

 

2.     Kesatuan. "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetapbersatu..." (ayat 44). Padahal perbedaan di antara mereka jauh lebih hebatdaripada kita. Waktu itu tembok-tembok pembatas antara Yahudi-bukan Yahudi,pria-wanita, majikan-budak, tua-muda, nyaris mutlak. Tetapi persekutuan denganKristus mengatasi perbedaan (Gal. 3:28). Jadi, kalau kita tidak bisa bersatu,periksa hubungan kita dengan Dia! Kemungkinan besar ada yang tidak beres disini.

 

3.     Solidaritas. "... segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama"(ayat 44). Kesatuan di antara mereka tidak cuma kesatuan dalam "iman" ataudalam "roh", seperti yang sering kita dengung-dengungkan, tetapi tidak adawujudnya itu. Kesatuan itu mereka ekspresikan secara sosial, ekonomi pula.Tidak bisa lain, iman memang menyangkut seluruh dan setiap aspek kehidupan.

 

4.     Peduli kepada kebutuhan sesama. "Dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalumembagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing"(ayat 45). Tidak berarti bahwa orang enak-enak memperoleh semua yang merekainginkan. Tekanan di sini adalah pada "memberi", bukan "menerima". Dan apa yangorang "perlukan", bukan apa yangorang "inginkan". Persekutuan adalah tempat orang saling berbagi.

 

5.     Kehidupan komunal, keluarga, maupun individualterpelihara. Mereka"berkumpul tiap-tiap hari di Bait Allah" - kehidupan komunal. "Merekamemecahkan roti di rumah masing-masing" - kehidupan individual. Ketiganyaterpelihara dengan harmonis. Jangan atas nama Tuhan, jika ada yang dikorbankan.

 

6.     Kesehatian. Mereka "bertekun dan dengan sehati" (ayat 46).Perbedaan tidak lenyap, tetapi tidak dijadikan bahan pertikaian.Keterbagi-bagian antarmanusia yang rumit, di dalam Kristus menjadi sederhana.Semua bisa menjadi saudara di dalam Kristus, sebab semua adalah anggota satukeluarga.

 

7.     Menular. "Dan mereka disukai semnua orang, dan tiap-tiap hariTuhan menambah jumlah mereka..." (ayat 47). Hidup yang berkemenangan itu menular.Kebaikan dialirkan dan disalurkan. Membuat orang tertarik, dan menarik orangkepada Tuhan.

 

 

Dikutip dari:

 "365 Anak Tangga Menuju Hidup Berkemenangan"

Karya (alm) Pdt. Dr.Eka Darmaputera

 
< Prev   Next >