GKI Kepa Duri Online
Halaman Utama
Menu Utama
Halaman Utama
Arahan Program
Program Berjalan
Kurikulum Pembinaan
Program dan Kegiatan Komisi
Warta
Links
Panti Asuhan Asih Lestari
Imanitas
Tentang GKI Kepa Duri
Latest Events
No events
Events Calendar
M T W T F S S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
Sindikasi
Terbaru
Pesan Bulan Oikumene 2009 Print E-mail
Jumat, 22 Mei 2009

PESAN BULAN OIKOUMENE2009

PERSEKUTUANGEREJA-GEREJA

DI INDONESIA

 

" .... KEJARLAH DAMAISEJAHTERA DAN

HIDUP SALINGMEMBANGUN"

(bdk. Roma 14 : 19)

 

Saudara-saudara warga gereja yang dikasihi YesusKristus!

 

1.       Tatkala pada tanggal 25Mei 1950 gereja-gereja memutuskan untuk mendirikan "Dewan Gereja-gereja diIndonesia" (DGI), maka sejak itu sesungguhnya umat Kristen Indonesia tidak bisalagi mengelak dari komitmen mewujudkan "Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia"(GKYE). Komitmen ini adalah pula komitmen kita sekarang, yang tetap diembandengan segala pasang-surutnya. Ada saat ketika kita amat optimis, sehingga kitaberpendapat GKYE diproklamasikan saja. Kita tidak sabar dengan berbagaiketerpisahan yang ada. Tetapi ada juga saat tatkala kita pesimis melihatberbagai perkembangan yang kurang menyenangkan dalam pergaulan antar-gereja diIndonesia. Kita cenderung saling mempersalahkan, menganggap diri lebih baikdari yang lain, bahkan cenderung saling menghakimi. Namun demikian, kita tidakpernah berputus asa. Pada tahun 1984 kita kembali menegaskan komitmen kita itudengan meningkatkan "Dewan" menjadi "Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia"(PGI). Setelah 25 tahun, maka saatnyalah bagi kita sekarang untuk melihatkembali apakah kita masih tetap berada pada jejak (track) yang benar, dan karena itu perlu diteruskan danditingkatkan. Ataukah kita telah menyimpang sehingga perlu diluruskan lagi.Sesungguhnya Gerakan Oikoumene lebih dari sekadar upaya untuk mewujudkan GKYE.Gerakan Oikoumene adalah memberlakukan Amanat Allah untuk secara terus-menerusmenjadikan dunia sebagai rumah yang layak dihuni. Itu berarti, selama masih adaketidakadilan, peperangan, konflik, teror, yang menyebabkan ketidaksejahteraan,maka dunia kita belumlah sebuah rumah yang layak huni. Oleh karena itu menjaditugas kita untuk senantiasa berjuang bagi hadirnya sebuah dunia yang layakhuni. Kondisi itu hanya bisa dicapai apabila gereja-gereja kita tidakterpecah-belah, tetapi seperti yang dinyatakan Yesus dalam doaNya "... supayamereka semua menjadi satu, .... supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telahmengutusAku ..." (Yoh. 17:21).

 

2.       Tema Bulan Oikoumene 2009 ini berbunyi, ".... kejarlah damai sejahtera danhidup saling membangun" (bdk. Rm. 14:19). Ini adalah variasi dari penggalanayat Alkitab dalam rangkaian nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di kota Roma.Jemaat Kristen yang masih sangat muda di kota metropolitan yang terkesandimarjinalkan ini membutuhkan nasihat-nasihat yang memperkuatanggota-anggotanya untuk mampu berdiri tegak di tengah-tengah dunia yang tidakramah. Salah satu unsur penting guna mencapai kekuatan itu adalah apabilajemaat tidak hidup terpecah-belah, sebaliknya hidup rukun di dalam persekutuansatu sama lain. Karena itu Rasul Paulus menyerukan agar anggota-anggota jemaattidak menghakimi satu sama lain, dengan misalnya melecehkan mereka yang lemahimannya dalam hal memakan jenis-jenis makanan (14:1-3), atau dalam halmenganggap hari yang satu lebih penting dari hari yang lain (14:5-6). RasulPaulus menegaskan, bahwa cara seperti itu justru membawa jemaat ke dalam sikaphidup egoisme, hal yang tidak bisa diterima di dalam hidup persekutuan. Jemaat,kata Rasul Paulus mestinya menyadari bahwa hidup dan mati mereka untuk Tuhan,sebagaimana diperlihatkan di dalam kematian dan kebangkitan Kristus (14:7-8).Dengan saling menghakimi ini jemaat akan menjadi batu sandungan bagisaudaranya. Keadaan ini tidak akan membawa damai-sejahtera di dalam kehidupanbersama. Kalau itu tidak tercapai, maka perpecahanlah yang terjadi. Makakejarlah damai sejahtera, dan pakailah segala kemampuan yang ada pada dirimasing-masing untuk saling membangun.

Setelah 59 tahunberoikoumene, kita perlu mempertanyakan ulang secara jujur kepada diri kitamasing-masing, makin dekatkah kita satu sama lain, adakah kita saling membangun,atau justru biasa-biasa saja. Masihkah kita melihat PGI sebagai wadah yangdidalamnya keesaan diperjuangkan, atau justru wadah yang melestarikanperpecahan di antara gereja-gereja?         

 

3.       Bulan Oikoumene 2009 ini kita peringati dalam suasana bangsa kita sedangmelaksanakan agenda nasional penting, Pemilihan Umum. PGI telah menyerukankepada gereja-gereja untuk sungguh-sungguh melihat penyelesaian persoalanbangsa dan negara sebagai panggilan dengan ikut-serta dalam Pemilihan Umumsecara bertanggung-jawab dan mendengarkan suara hati nurani. Sidang MPL-PGIyang diselenggarakan tanggal 16-19 Februari 2009 di Makassar menegaskan tekadumat Kristen Indonesia untuk memperkuat komitmen pluralisme dan kebangsaan.Pluralisme adalah salah satu pilar penting bagi terpeliharanya, kesatuanbangsa. Siapa yang meremehkannya, sesungguhnya ia meremehkan kesatuan bangsa,yang akan menuju kepada keruntuhannya. Karena itu hadirnya sejumlah peraturandaerah dan Undang-undang yang bernuansa agama harus disikapi secara serius.Secara khusus kita memberi perhatian terhadap berbagai Rancangan Undang-Undangyang jelas-jelas menafikan kemajemukan, dan mereduksikan masyarakat Indonesiahanya sebagai sesuatu yang homogen. Hal ini mempermiskin wajah Indonesia yangselama ini dikenal di dunia justru oleh kekayaan dan keanekaragaman suku danagamanya. Persoalan kemiskinan tetap merupakan persoalan akut bangsa kita.Kendati para elit politik mengklaim berbagai keberhasilan di dalammenanggulangi kemiskinan, namun tetaplah merupakan kenyataan bahwa "orangmiskin selalu ada padamu..." Selama hal ini tidak tertanggulangi dengan baik,maka klaim kita untuk hidup dalam damai-sejahtera dan saling membangun tidakbermakna apa-apa. Itulah sebabnya kita mendukung tujuan Millenium DevelopmentGoals (MDGs) yang berfokus antara lain pada penghapusan kemiskinan, pendidikan,kesetaraan gender, perlawanan terhadap HIV/AIDS, dan pelestarian lingkunganhidup. Pada akhirnya, kami ingin mengajak gereja-gereja untuk:

 

Pertama, terus-menerus dan bersungguh-sungguh memperjuangkan perwujudan keesaangereja disemua level dengan makin terbuka satu sama lain dalam kejujuran dankerjasama yang otentik.

 

Kedua, memberikan teladan bagaimana sesungguhnya hidup dalam damai-sejahteradan saling membangun. Keteladanan ini seharusnya terpancar keluar, kepadaseluruh warga bangsa agar merekapun mampu hidup dalam damai sejahtera dansaling tidak mempersalahkan satu terhadap yang lain.

 

Ketiga, secara bersungguh-sungguh memantau dan mengawasi agar penyelenggaraanpemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta negara dan bangsa benar-benarmenjadikan pluralitas bangsa sebagai pilar utama didalam membina danmengupayakan kesatuan.

 

Demikian pesan dan harapan kami di bulan Oikoumene2009 ini. Kiranya Tuhan memberkati segala upaya kita di dalam mewujudkankeesaan gereja demi kemuliaan Nama-Nya. Selamat merayakan Bulan Oikoumene.

 

Jakarta, Awal Mei2009

 

Atas nama MAJELISPEKERJA HARIAN

PERSEKUTUANGEREJA-GEREJA DI INDONESIA

 

 

 

Pdt. Dr. A. A.Yewangoe                     Pdt. Dr.Richard M. Daulay

                  Ketua Umum                                            Sekretaris Umum 

 
< Prev   Next >