MAJELIS JEMAAT GKI KEPA DURI
ARAHAN PROGRAM TAHUN PELAYANAN 2007/2008
VISI GKI SW JABAR:
GKI SW Jabar menjadi gereja yang secara excellent memenuhi kebutuhan nyata dan mengerjakan yang benar bagi seluruh pemercayanya
KATA KUNCI
- Excellent (Yun: diaphero)
- Memenuhi kebutuhan nyata
- Mengerjakan yang benar
- Seluruh pemercaya
Excellent (Yun: diaphero)
- Lebih baik, lebih bernilai, lebih utama
- Ini bukan cermin arogansi atau ambisi (bnd. Mat. 5:48)
Memenuhi kebutuhan nyata
- Bukan segala macam kebutuhan nyata dari pemercaya. Ini bukan tugas gereja
- Yang dimaksud: Kebutuhan perjumpaan dengan Tuhan atau kebutuhan yang bersifat spiritual
Mengerjakan yang benar
- Mengingatkan agar gereja tidak tergoda mengerjakan segala sesuatu, apalagi sekedar ikut trend
- Gereja hanya mengerjakan yang menjadi CBG (Inti panggilan gereja)
Seluruh pemercaya
- Yang mempercayakan pelayanan kepada gereja
- Pemercaya gereja adalah:
- Tuhan Yesus Kristus
- Aktivis, anggota, calon anggota, simpatisan
- Gereja lain
- Dunia sekitar
MISI GKI SW JABAR
- GKI SW Jabar menjadi gereja yang memfasiltasi terjadinya perjumpaan antara manusia dengan Tuhan pada semua aras dan bidang kehidupan sepenuh potensi dan dan kinerja optimal
- Perjumpaan dengan Tuhan: perjumpaan secara spiritual dalam mana kita merasakan kehadiran Tuhan secara konkrit dalam hati, pikiran, perasaan, serta dalam kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman
- Perjumpaan ini akan menggeser fokus perhatian kita, dari melulu pada diri sendiri ke sesama; dari yang kelihatan ke yang transenden; dari keinginan kita ke keinginan Tuhan
TEMA TAHUN PELAYANAN SINODAL
- Mewujudnyatakan secara Sinergis Panggilan Spiritual dan Kontekstual GKI
- Ini telah disepakati dalam PMSW GKI SW Jabar untuk menjadi tahun pelayanan
KATA KUNCI
- PANGGILAN SPIRITUAL
- PANGGILAN KONTEKSTUAL
- MEWUJUD-NYATAKAN
- SINERGIS
PANGGILAN SPIRITUAL
- Pola dengan mana kita membentuk hidup kita, dalam merespon pengalaman akan Allah sebagai kehadiran yang nyata di dalam dan di sekitaar kita (Howard L. Rice, Reform Spirituality: An Introduction for Bilievers)
- Pola apa yang kita pakai dalam bergereja, dalam melayani? Apakah didasarkan pada pemahaman kita tentang Allah atau pada pertimbangan kenyamanan diri?
- Kesalehan pribadi yang mendalam dan terbarui harus terekspresikan dalam relasi dengan sesama dan dunia
- Contoh konkrit dari spiritualitas seperti ini adalah bunda Theresa, pendiri komunitas cinta kasih.
- Ia mencegah bayi-bayi dari kematian yang tak perlu dialami hanya karena ibunya malu dan miskin.
- Ia mengantar orang-orang sekarat untuk wafat terhormat dan bermartabat sebagaimana Allah mencipta mereka.
- Ia mengilhami banyak orang untuk melakukan hal yang sama
PANGGILAN KONTEKSTUAL
- Konteks di mana GKI hadir adalah kemiskinan dan kemajemukan
- Gereja seperti GKI cukup berjarak dari kehidupan yang jelata dan papa.
- GKI adalah Gereja yang diberkati Tuhan dalam hal mental, fisikal, intelektual dan finansial
- Ini bisa berbaya kalau tidak diatata dan dimanfaatkan secara konstruktif
- Kitab Suci mengajarkan keberpihakan kepada mereka yang miskin dan tersingkir (Luk. 4:18,19)
- Yesus lahir dari perempuan jelata dan papa, di tempat yang mencerminkan kepapaan dan ketersingkiran
- Para rasul pun berasal dari rakyat jelata
- Tuhan menempatkan GKI di antara saudara-saudara kita beragama Islam.
- Kita dipanggil untuk menyatkan kasih Allah tanpa membeda-bedakan agama
- Kita dipanggil untuk membangun relasi yang beradab dan menjadi sahabat bagi sesama yang berbeda agama dengan kita<
MEWUJUD-NYATAKAN
- Panggilan Spiritual dan kontekstual harus diwujud-nyatakan
- Secara sinodal kita sudah mulai melakukannya di Aceh dan Nias, melalui Tim GKI
- Sebagai jemaat kita sudah mulai melakukannya dengan program program di bidang kesehatan di sekitar Kepa, Pemberdayaan Pelayan Gereja di Nias, Beasiswa di Lasem
- BPMSW GKI SW Jabar mengajukan pertanyaan retorik: "Relakah kita, GKI dan gereje-gereja Indonesia, membiarkan (daerah seperti à tambahan dari MJ GKI Kepa Duri) Nias yang kristiani, karena kemiskinan dan kerentaan mental, intelektual, fisikal dan spiritual, mejadi Nias yang bukan lagi kristiani? Itu sebabnya pemberdayaan Nias merupakan PR yang terus menerus mengganggu nurani kita, apabila tidak dikerjakan dengan baik dan benar." (Pengarahan BPMSW GKI SW Jabar dalam PMSW, h. 9)
SECARA SINERGIS
- Bersinergi berarti menyatu-padukan energi
- Di aras sinwil, hal ini muncul oleh kenyataan bahwa masih ada jemaat-jemaat yang senang jalan sendiri, mebuat program yang tidak sejalan dan/atau tidak berada dalam pemahaman yang benar tentang rumusan visi, misi, tema, sub-tema sinwil
- Di aras jemaat, hal ini menjadi penting oleh kenyataan bahwa kita masih terkotak-kotak dalam memikirkan dan menjalankan program, cenderung melihat pelayanan dalam perspektif sempit/kelompok dan bukan dalam perspektif visi, misi, tema, subtema pelayanan GKI Kepa Duri
Dalam terang visi, misi, tema subtema pelayanan SW Jabar inilah kita telah merumuskan Visi-Misi dan akan mewujudkan karakter jemaat Misioner, subtema dan program GKI KEPA DURI
Visi GKI Kepa Duri:
MENJADI GEREJA MISIONER
KATA KUNCI
- Menjadi
- Gereja
- Misioner
MENJADI
- Ini tidak berarti bahwa sekarang ini GKI Kepa Duri belum Misioner. Semua Gereja hanya disebut Gereja ketika ia misioner
- Ini menunjuk pada suatu proses yang terus menerus diperjuangkan, diasah dan ditingkatkan.
JEMAAT
- Institusional maupun individual.
- Artinya yang menjalankan tugas misioner itu adalah umat yang terhimpun dalam lembaga gereja dan umat sebagai individu di tengah-tengah seluruh aktivitas hidupnya
MISIONER
- Menjalankan misi Allah, ditengah dan melalui seluruh aktivitas hidupnya.
- Artinya: kegiatan sehari-hari (profesi, kehidupan berkeluarga, kehadiran di tengah masyarakat) harus dipahami sebagai panggilan Allah untuk memperjuangkan dan mewujudkan kasih, keadilan dan kebenaran Allah.
- Misi dipahami bukan pertama-tama sebagai "mencari jiwa", melainkan mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah
- Pertambahan jumlah bukan menjadi ukuran, melainkan pertumbuhan kualitas
- Pertambahan jumlah adalah konsekuensi logis dari pertumbuhan kualitas
SEMBILAN KARAKTER KUALITATIF GEREJA MISIONER
- KEPEMIMPINAN YANG MEMBERDAYAKAN
- PELAYANAN YANG BERORIENTASI PADA KARUNIA
- SPIRITUALITAS YANG MENYALA-NYALA DAN MEWUJUD DALAM HIDUP SEHARI-HARI
- STRUKTUR PELAYANAN YANG TEPAT GUNA
- IBADAH YANG INSPIRATIF
- KELOMPOK KECIL YANG BERTUMBUH DAN MENUMBUHKAN
- MISI YANG KONTEKSTUAL
- HUBUNGAN YANG PENUH KASIH
- PEMBINAAN YANG UTUH DAN MENDEWASAKAN
MISI:
Memperlengkapi umat untuk menjadi Surat Terbuka Kristus serta menyatakan diri sebagai garam dan terang dunia
KATA KUNCI
- Memperlengkapi
umat
- Surat Terbuka Kristus
- Garam dan terang dunia
MEMPERLENGKAPI
- Menyediakan sarana, media, program agar umat dapat mewujudkan diri sebagai surat terbuka Kristus, garam dan terang dunia
- Ini menunjuk pada fungsi gembala dalam Ef. 4:11-15
UMAT
Anggota jemaat dan semua yang hadir dalam pertemuan-pertemuan jemaat
SURAT TERBUKA KRISTUS
- Pelayan-pelayan yang menyatakan kasih dan kehendak Kristus dalam dunia yang senyatanya (2 Kor. 3:3)
- Menyatakan Kristus secara nyata dengan memberlakukan Firman Tuhan dalam seantero hidup (NKB. 204:2)
GARAM DUNIA
- Metafor garam telah menghasilkan aneka pemaknaan, seperti: penyedap, arif, pengawet, pemurni, dll.
- Kehadiran para murid sangat penting bagi dan sangat dibutuhkan oleh dunia ini.
- Para murid harus berkarya sedemikian rupa sehingga mampu mencegah dunia dari pembusukan sebagai akibat dari pemberlakuan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah.
TERANG DUNIA
- Allah adalah terang, menurut 1 Yoh 1:5, dan Kristus digambarkan sebagai terang dunia dalam Injil ke empat (Yoh 8:12; 9:5; 12:46).
- Maka, umat tidak memancarkan cahaya mereka sendiri, melainkah terang yang berasal dari Tuhan
- Terang yang dimaksud adalah keselamatan
- Umat harus menghadirkan pada dunia ini, melalui karya di seantero hidup, kebenaran dari keselamatan yang telah datang dalam Yesus, seoptimal dan semaksimal yang mereka mampu.
STRATEGI
Menganalisis sisi yang paling lemah dari karakter gereja yang misioner serta usia dominan jemaat.
Menjadikan sisi yang paling lemah sebagai target program (sub tema).
Menentukan rentang waktu yang diperlukan untuk mencapai target/ tujuan (sisi yang lemah berada pada posisi yang seharusnya).
Membuat Planning, Organizing, Evaluating, Controlling.
Kembali pada langkah pertama, dan seterusnya
SUB TEMA:
Sub Tema disusun berdasarkan hasil angket evaluasi yang telah diedarkan kepada para Penatua, calon Penatua, Personalia Komisi, dan sejumlah aktivis
- Total angket yang kembali: 76
- Berdasarkan angket yang masuk, ditemukan 4 karakter yang mendapat nilai terendah, yaitu:
Hubungan yang penuh kasih (67,9); Kelompok kecil (68,7); Pembinaan yang utuh dan mendewasakan (69,4); Misi yang kontekstual (69,4)
SUB TEMA TAHUN PELAYANAN
Berdasarkan hasil angket ini, maka subtema tahun pelayan 2007/2008: PERSEKUTUAN YANG BERTUMBUH UNTUK MENJADI BERKAT
PUSAT PROGRAM ADALAH
1. Membangun hubungan yang penuh kasih
2. Membangun kelompok kecil
3. Misi (bidang 3)
HUBUNGAN YANG PENUH KASIH
Jangan hanya memperhatikan yang hitam (prasangka negatif) Lihatlah yang putih
Jangan fokus pada perbedaan yang sedikit, melainkan pada kesamaan yang banyak
GEREJA SEPERTI APA
Penuh dengan orang-orang yang punya kelemahan
Semua pasien dan semua dokter
Memyembuhkan dan disembuhkan; mengerti dan dimengerti
CARANYA?
Tidak mencari kesenangan sendiri (Roma 15:1) à hanya ingin dilayani
Membangun sesama (Roma 15:2) à jangan datang dan pulang ontime; sapa dengan ramah; doakanlah
Menerima seorang akan yang lain (Roma 15:7) à sadari persamaan
ANCAMAN DALAM MEWUJUDKAN
Konflik!!!
Sudah ada sejak zaman para rasul
Paulus: seharusnya tidak perlu terjadi
Artinya: bukan bagian dari sifat pelayanan, melainkan karena kelemahan manusia
BAGAIMANA MENGATASINYA
Belajar dari jemaat perdana
Kis. 6:1-6
Kis. 5
KISAH RASUL 6:1-6
Penyebab munculnya konflik
Bagaimana mengatasinya?
Penyebab:
Bertambahnya volume pelayanan (1)
Rasa tidak puas pada pelayanan (1) harapan yang berlebihan
Tak ada pembagian tugas yang jelas (2)
Cara mengatasi:
Mengakui kelemahan/ sumber konflik (2)
Ada penanganan langsung pada dampaknya (3)
Menyepakati dan konsisten pada jalan keluar yang diambil (5)
KISAH RASUL 15
Penyebab:
Perbedaan pandangan teologis (1-2)
Perbedaan penafsiran atas pengalaman/realitas (37-40)
Cara Mengatasi:
Dibicarakan di lembaga yang tepat (2b)
Memahami bahwa persidangan/ rapat itu menentukan karena mengandung makna teologis dan organisatoris (6, 28)
Berdialog (7)
Membahasnya dalam lingkup yang lebih kecil (22)
Mendengarkan pelayan Gereja yang berwewenang (7, 12)
Sepakat untuk tak sepakat, atau memahami dan menerima perbedaan yang ada. (39-40)
KELOMPOK KECIL
DEFINISI
Sekelompok orang Kristen yang bertemu secara rutin untuk mendalami isi Alkitab dan berbagi pengalaman, berkat dan beban hidup
Anggota kelompok berjumlah ± 10 orang, difasilitasi oleh seorang yang tidak harus ahli Alkitab
CIRI KELOMPOK YANG BAIK
Sepakat untuk saling mengisi dengan pengetahuan dan pengalaman masing-masing
Sepakat memelihara suasana yang memungkinkan pertukaran ide
Mengakui hak untuk bisa keliru
Sepakat bahwa peserta bukan pemilik melainkan pencari kebenaran
Sepakat saling memperhatikan kebutuhan
KELEBIHAN KELOMPOK KECIL
Dapat saling mengenal, mempercayai dan menghargai
Lebih mudah mengungkapkan dan melibatkan diri
Peserta lebih cepat belajar
KELEMAHAN KELOMPOK KECIL
Mudah dikuasai oleh anggota yang berkepribadian kuat
Terbatas dalam membahas persoalan
Mudah menjadi kelompok eksklusif
MISI
Membuat sesama mengalami apa yang telah kita alami dari Tuhan
Bertolak dari apa yang kita punya
HUBUNGAN VISI, MISI, TEMA TAHUN PELAYANAN GKI SW JABAR DAN VISI MISI GKI KEPA DURI
Semua program harus mengacu pada CBG, dan dilaksanaka seoptimal potensi yang dimiliki oleh GKI KEPA DURI (visi GKI SW Jabar)
Visi GKI KEPA DURI adalah pengejawantahan misi GKI SW Jabar, yaitu: memfasiltasi terjadinya perjumpaan antara manusia dengan Tuhan pada semua aras dan bidang kegiatan sepenuh potensi dan kinerja optimal
Visi-misi, tema-sub tema tahun pelayan GKI KEPA DURI harus dilaksanakan dalam rangka mewujdukan panggilan spiritual dan kontekstual GKI SW Jabar. (tema tahun pelayanan)
PENGARUHNYA PADA PROGRAM
BIDANG 1:
1. Melaksanakan Kebersamaan aktivis di luar kota
2. Melaksanakan pertemuan aktivis per 4 bulanan, dalam kota
3. Melaksanakan kebersamaan Majelis Jemaat
4. Melaksanakan pelatian Fasilitator Kelompok Kecil untuk Badan Pelayanan
5. Pembinaan kelompok-kelompok kecil di Badan Pelayanan
BIDANG 2
1. Melaksanakan kebersamaan jemaat di luar kota (17 Mei 2007)
2. Pelatihan Ka.Rayon untuk memimpin Kelompok Kecil
3. Melaksanakan pertemuan rayon dengan bahan yang disediakan
4. Mengoptimalkan peran pemerhati jemaat, sesuai dengan konsep pemerhati yang sudah disepakati
BIDANG 3
1. Membina hubungan antar umat beragama
2. Pemberdayaan jemaat-jemaat di daerah
3. Beasiswa
4. Meningkatkan pelayanan pengobatan gratis terhadap masyarakat di sekitar gereja
5. Pekabaran Injil melalui radio
BIDANG 4
1. Mengupayakan penggalangan dana non-rutin untuk mendukung pelayanan ( Bendahara Umum )
2. Menyiapkan sarana yang diperlukan dalam pelayanan, serta kecepatan merespon kebutuhan MJ dan Badan Pelayanan.
• KOMISI ANAK
•1. Menyusun program sesuai dengan visi-misi dan agenda kerja yang dibuat oleh Tenaga Kategorial dan telah mendapat persetujuan MJ
•2. Menegaskan bahwa nyanyian untuk ibadah anak adalah Kidung Ceria, dan dalam Persiapan GSM hanya memakai lagu-lagu dari buku nyanyian yang sudah ditetapkan di GKI Kepa Duri
•3. Mendorong perpindahan pra-rema ke remaja
•4. Memotivasi GSM untuk terlibat dalam program atau kegiatan KP dan KR
KOMISI REMAJA
•1. Menyusun program sesuai dengan visi-misi dan agenda kerja yang dibuat oleh Tenaga Kategorial dan telah mendapat persetujuan MJ
•2. Mendorong perpindahan remaja ke pemuda
KOMISI PEMUDA
1. Menyusun program sesuai dengan visi-misi dan agenda kerja yang dibuat oleh Tenaga Kategorial dan telah mendapat persetujuan MJ
2. Menyiapkan kondisi yang membuat pemuda yang baru dari remaja merasa "betah"
KOMISI DEWASA
•1. Mengintensifkan pengembangan Kelompok Pasutri
•2. Menkoordinir pelaksanaan (bersama Komisi Lain) Family Gathering tiap Sabtu ke 5
•3. Merintis pelayanan jalur profesi, bekerjasama dengan bidang 3 MJ
KOMISI LANSIA
•1. Melaksanakan program rutin
•2. Mempersiapkan lansia untuk menjani hidup dengan tenang dan damai di masa tua
KOMISI KESENIAN DAN LITURGI
•1. Setiap Kebaktian Minggu salah satu kelompok musik harus melayani puji-pujian.
•2. Pelayanan PS dalam ibadah diarahkan menjadi kantoria
•3. Menyiapkan dan melatih kantoria untuk setiap ibadah, dengan formasi SATB
•4. Menyiapkan Kelompok Musik untuk melayani Kebaktian Penghiburan
•5. Menyiapkan pemusik pengiring nyanyian jemaat untuk Kebaktian Penghiburan
KOMISI P2W
•1. Melaksanakan pertemuan rayon (kelompok kecil)
•2. Melatih Ka.Rayon untuk menjadi fasilitator kelompok kecil
•3. Menyelenggarakan (bersama MJ) sensuramorum bagi Ka.Rayon untuk menyiapkan pengantaran kartu Perjamuan Kudus
•4. Pemerhati menjalankan pelayanan sesuai konsep yang telah ditetapkan
• KOMISI DIAKONI: Mengembangkan pelayanan dalam rangka memfasilitasi perjumpaan antaraTuhan dengan manusia, melalui perwujudan PANCA KRIDA DIAKONI, yaitu:
1. Kabar baik untuk orang miskin
2. Pembebasan tawanan politik
3. Penglihatan bagi orang buta
4. Membebaskan kaum tertindas
5. Pemberitaan tahun rahmat
BALAI PENGOBATAN
Mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, baik melalui pelayanan rutin tiap hari, karang balita, maupun pengobatan gratis
KEBIJAKAN UMUM
•1. Viatikum:
1. Kebaktian: 250.000
2. Pengajaran 300.000
3. Rereat dan Pembinaan: 350.000/ session (120 menit), tambah tranport kalau di luar kota, yaitu 150.000 per kali datang
4. Seminar 400.000
•2. Konsumsi rapat
1. Makan: Rp. 7.500/orang (kalau melewati jam makan)
2. Snack: Rp. 3.500/ orang
•3. Proposal Program
1. Program-program besar diharuskan membuat Proposal, 3 ( tiga ) bulan sebelum tanggal pelaksanaan ( Untuk Paskah dan Natal tanggal yang dimaksud adalah tanggal Kebaktian dan Perayaan Paskag dan natal )
2. Ketentuan ini sudah ada sejak tahun 1997 (lihat buku program 1997/1998)
3. Program kerja yang haruskan dilengkapi dengan proposal adalah:
• i. Retreat dan semua kegiatan di luar kota
• ii. Pelaksanaan hari raya gerejawi
• iii. Kegiatan lain yang tidak dilaksanakan secara rutin, yaitu setiap minggu atau setiap bulan atau setiap tiga bulan, dan rincian programnya belum ada dalam buku program
4. Format Proposal (lih. Buku program 1997/1998, h.7 à dimodifikasi)
• i. Latar Belakang (konteks program, kebutuhan dan keinginan jemaat, lingkungan, dasar Alkitab)
• ii. Tujuan Program (keadaan yang ingin dicapai pada akhir program)
• iii. Kelompok Sasaran (deskripsi kelompok yang akan dilayani)
• iv. Kerangka Pemikiran (skema konseptual mengenai pelaksanaan dan pencapaian tujuan
• v. Aktivitas (bentuk acara, tempat pelaksanaan dan nara sumber atau pelatih dan fasilitator)
• vi. Kerjasama (bidang atau pihak lain yang turut terlibat)
• vii. Perkiraan Waktu (lama dan tanggal penyelenggaraan)
• viii. Cara Mengevaluasi (tolok ukur dan cara mengukur)
• ix. Perkiraan Biaya (anggaran penerimaan dan pengeluaran secara rinci)
|