|
Pengarahan Program 2011-2012
Tema : Tuhan Mencipta, Manusia Ikut Serta
Sub-tema : Mewujudnyatakan Pembaruan Hidup yang Memuliakan Allah dengan Mata dan Penghayatan Baru
Penjelasan :
Spiritualitas adalah “Kesalehan pribadi yang diperdalam dan terbaharui, yang dipadukan dengan kepedulian bagi dunia”. Namun seandainya dilakukan evaluasi terhadap spiritualitas kita, maka kita akan menemukan kualitas hidup yang tidak sejalan dengan kesalehan pribadi yang berlandaskan kepada Injil Kristus secara utuh. Misalnya, apakah benar kita menjalankan ukuran dari Tuhan Yesus Kristus: “Apa yang kamu mau orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian” atau “Apa yang kamu ukurkan kepada orang lain, akan diukurkan juga kepadamu” atau “Apakah benar kita mengasihi sesama manusia (tanpa pilih bulu)?” dan sebagainya. Jadi kalau kita mau jujur maka kesalehan kita bukan saja tidak utuh diukur dengan kebutuhan dunia, melainkan juga belum utuh diukur dari Injil Kristus. Injil Kristus banyak kali dijalankan sesuka hati saja, dipilih-pilih, padahal mestinya kesetiaan kepada Kristus diukur dengan menjalankan secara utuh amanat-amanatNya. Itulah sebabnya pembaruan hidup itu terus menerus diperlukan dalam kehidupan kita.
Rasul Paulus di dalam Roma 12:2 mengontraskan “Berubahlah oleh pembaharuan budimu” dengan “janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini”. Rasul Paulus menggambarkan pembaruan hidup utamanya merupakan soal “mati dan bangkit”. Mati dari manusia lama dan bangkit sebagai manusia baru. Mati dari hal yang lama dan bangkit sebagai “ciptaan baru”, ciptaan yang tidak serupa dengan dunia. Istilah mati dan bangkit ini merupakan fondasi ungkapan terkenal dari Paulus yakni “di dalam Kristus”. Konsekuensi berada “di dalam Kristus” adalah suatu keberadaan baru dan identitas baru dari suatu “ciptaan baru”. Dengan demikian “Di dalam Kristus” bukan sekedar sebuah ungkapan yang keluar dari bibir belaka tetapi seharusnya menjadi bagian yang utuh dalam diri kita, oleh karena itu berubah oleh pembaharuan budi itu tidak hanya terjadi sekali seumur hidup melainkan terus menerus terjadi dalam seluruh kehidupan kita.
Pemahaman akan pembaruan hidup inilah yang seharusnya mewarnai kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan. Ciptaan yang memuliakan Allah di dalam seluruh kehidupan kita dengan mata dan penghayatan yang baru. Artinya, apa yang kita kerjakan sekarang bukan lagi sekedar sebuah ‘kegiatan’ yang kita lakukan (pekerjaan, rumah tangga dan pelayanan) dengan rutinitas belaka sehingga kehilangan makna, melainkan apa yang dikerjakan semuanya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan. Dengan demikian secara tidak langsung dan langsung kita semua dipakai oleh Tuhan menjadi sebuah alat kesaksian.
Pengarahan untuk Program Kerja:
-
Memperhatikan tema-tema yang digunakan agar umat mengalami pembaruan hidup dengan mata dan penghayatan yang baru
-
Memperhatikan realisasi dari anggaran 2010-2011 sehingga penyusunan anggaran dapat lebih realistis
-
Memperhatikan format dalam pembuatan program kerja
-
Mencantumkan waktu pelaksanaan
|