GKI Kepa Duri Online
Halaman Utama
Menu Utama
Halaman Utama
Arahan Program
Program Berjalan
Kurikulum Pembinaan
Program dan Kegiatan Komisi
Warta
Links
Panti Asuhan Asih Lestari
Imanitas
Tentang GKI Kepa Duri
Latest Events
No events
Events Calendar
M T W T F S S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
Sindikasi
Terbaru
Renungan Minggu 07 Februari 2010 Print E-mail
Minggu, 07 Pebruari 2010

Surat Gembala

 

     Merah ... pink... itulah warna yang mendominasi bulan Februari. Warna merah karena pada bulanini juga akan dirayakan tahun baru imlek, sementara warna pink karena hariValentine. Namun secara umum bulan Februari dikenal sebagai bulan kasih sayang.

      Memang seharusnyakasih sayang itu ditujukan sepanjang tahun bukan hanya pada satu hari tertentusaja yaitu tanggal 14 Februari. Apalagi sebagai anak-anak Tuhan kita selaludiajarkan untuk mengasihi (kita bisa melihatnya dalam perintah Tuhan Yesusdalam injil Matius 22 : 37 - 40). Pertanyaan yang seringkali muncul adalah:mengapa kita harus mengasihi? 1 Yohanes 4 : 7 - 8 mengungkapkan bahwa " ....Kasih itu berasal dari Allah" bahkan dengan tegas dikatakan bahwa "... Allahadalah Kasih". Jadi jelas perintahnya yaitu kita yang mengaku sebagai anak-anakAllah, kita harus mengasihi.

      Perintah untuk mengasihiini adalah perintah yang gampang-gampang - sulit. Gampang ... kalau kita harusmengasihi orang yang baik, orang yang juga mengasihi kita, orang yang tidak"neko-neko". Sulit .... kalau kita harus mengasihi orang yang pernah menyakitikita, orang yang pernah "berhianat" orang yang menyulitkan kita. Tetapi Tuhan memberikanperintah ini bukan hanya ditujukan untuk orang yang baik saja melainkanditujukan untuk semua orang. Itulah sebabnya Paulus menuliskannya dalam 1Korintus 13 bahwa kasih itu sabar; kasih itu murah hati; .... ia tidak pemarah,tidak mencari keuntungan sendiri ... dan seterusnya. Andai kata semua orangmemiliki kasih yang seperti ini maka dunia kita akan aman, maka dunia kita akansejahtera karena tidak akan terjadi perusakan alam lingkungan kita.

      Kenyataannya, duniakita krisis. Krisis di berbagai bidang mulai dari lingkungan sampai denganmoral, maka untuk menghadapi ini semua KASIH-lah yang dibutuhkan. Kasih yangtulus ..... kasih yang berasal dari Allah. Marilah kita belajar mengasihi .... mengasihidiri sendiri .... mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kita siapapun mereka.... dan mengasihi alam kita.                          

 

 

Dari RuangPastoral:

 

Pdt.Engeline Chandra

Pnt. DaudChevi Naibaho, S.Si (Teol) 

 
Renungan Minggu 31 Januari 2010 Print E-mail
Selasa, 02 Pebruari 2010

Renungan:

BERSYUKUR

 

Saudaraku,kata bersyukur tentu tidak asing lagi di telinga kita. Sebagai orang Kristenkita sering mendengar kata tersebut dalam khotbah-khotbah. Apa arti bersyukur?Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa DepartemenPendidikan Indonesia: ber·syu·kur berarti berterimakasih; mengucapkansyukur. Sedangkan kata dasar syukur sendiri berarti rasaterima kasih kepada Allah. Berdasarkankamus tersebut jelas kata syukur diterjemahkan sebagai rasa terimakasih kepadaTuhan, bukan kepada yang lain, juga bukan kepada sesama manusia.

Untuk menolong kita sekalian dalam memahami artibersyukur, saya mengajak Saudara-saudara untuk membaca Lukas17: 11 - 19. Kalau kita simak cerita tadi, kita melihat bahwa hanyaseorang dari sepuluh orang yang telah disembuhkan yang bersyukur danberterimakasih, hal ini sebetulnya mengecewakan Yesus yang dinyatakan-Nya padaayat ke 18 yaitu "Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakanAllah selain dari pada orang asing ini?" Pada zaman itu orang Samariadianggap sebagai orang asing dan bangsa yang kurang dihargai. Namun orang yangkurang dihargai itu justru mampu menghargai kasih Yesus yang telahmenyembuhkannya. Kisah ini hendak mengingatkan kita semua tentang artibersyukur. Apakah kita juga sudah bersyukur kepada Tuhan seperti 1 orangSamaria itu? Atau, jangan-jangan kita lupa bersyukur seperti ke-9 orang itu?Tentunya, Tuhan ingin agar kita semua mengingat kebaikan Tuhan dan bersyukurkepada-Nya.

Saudaraku,bersyukur, akan saya bagi dalam 3 bagian yaitu:

1.  Bersyukur atas hal-hal yang besar

Biasanya, kita akanbersyukur untuk hal-hal yang besar dan menyenangkan atau "menguntungkan" kita,misalnya kita mendapatkan kenaikan jabatan, kenaikan gaji, mendapatkan proyek,keberhasilan mencapai sesuatu yang diidam-idamkan, pindah ke rumah baru,mendapatkan anak/cucu yang sempurna, sembuh dari penyakit, terhindar darimarabahaya, keberhasilan anak kita dalam studi dan karir, mendapat pekerjaanyang baik, pemilu berlangsung dengan damai, dan masih banyak lagi hal besaryang kita syukuri. Jadi bersyukur di sini adalah hal yang umum/lumrah.

2. Bersyukur atas hal-halyang kecil

Bersyukur atas hal-hal yangkecil ini lebih jarang kita lakukan, kalaupun dilakukan hanya sebagai"formalitas" saja dibandingkan dengan bersyukur atas hal-hal yang besar.Padahal kalau kita renungkan bersyukur atas hal-hal yang biasa kita temuiadalah hal-hal yang jauh bebih penting dari pada hal-hal besar, karena banyakhal-hal biasa yang kita alami sebetulnya adalah penopang kehidupan kita.Misalnya air, adalah hal yang jauh lebih penting dari makanan, kita selaluberdoa jika hendak menyantap makanan, bagaimana kalau kita hendak meminum air?Konon katanya kalau kita tidak minum 3 hari maka kita akan mati, tetapi kalaukita tidak makan selama 7 hari atau lebih baru kita akan mati. Bagaimana denganrasa syukur kita atas matahari yang masih terbit setiap hari atas bumi yangmasih berputar diatas porosnya, begitu juga atas planet-planet yang beredar diporosnya masing-masing, juga masih tersedianya oksigen secara berlimpah.

3. Bersyukur atas hal-halyang kurang menyenangkan.

Rasanya bersyukur atas halini adalah merupakan hal yang paling sulit kita lakukan, dimulai darimenghadapi jalan raya yang macet setiap hari, rumah kita yang mendapatkangiliran pemadaman listrik, rumah kita yang dilanda banjir. Yang lebih sulitlagi kalau kita harus menghadapi musibah kecelakaan, yang menimpa keluarga kitaatau orang yang kita sayangi, atau bahkan kita sendiri.        

Berdasarkanketiga hal ini, saya mengajak Saudara sekalian untuk senantiasa mengucap syukurdalam segala hal. Sekalipun, kita harus mengalami penderitaan atau musibah,marilah kita melihat hal-hal positif dari peristiwa itu. Niscaya, kita akanmengucap syukur. Jangan lupakan kebaikan Tuhan, tapi marilah kita mengucapsyukur senantiasa. Seperti syair refrein Kidung Jemaat 450 yang mengatakan,"Dalam susah pun senang, dalam segala hal, aku bermazmur dan ucap syukur; itukehendak-Nya". Saudaraku, Tuhan menghendaki saya dan Saudara untuk mengucap syukurdalam segala hal, sama seperti orang Samaria yang mengingat kebaikan Tuhan danmengucap syukur atas kesembuhan yang diterimanya. Tuhan memberkati kita semua.Amin.

 

                                                           

                                              Oleh:Pnt. Albert B. Solihin/DN

 
CALON PENATUA MASA PELAYANAN APRIL 2010 - MARET 2013 Print E-mail
Senin, 18 Januari 2010

Ø  CALONPENATUA MASA PELAYANAN APRIL 2010 - MARET 2013 

Setelah didoakan dan dipertimbangkan dengan seksama calon-calon yangdiajukan oleh Jemaat, maka telah dipilih Saudara-saudara yang namanya tercantumdi bawah ini sebagai Calon Penatua (Majelis Jemaat) untuk masa pelayanan April2010 - Maret 2013.

Berikut ini adalah nama Calon Penatua (CPnt) di GKI Kepa Duri adalah:

 

 

 

Ivan Kemala

Waris Bonggakarua

Rosilawati Hadiputro

Imanuel Kristanto Aswandi

Handojo Santoso

Hartono

Tan Hian An

Endro Tjahyoputro

Ingrid Lauw

Evie Darma

Noerhajati Budiarto

Ibrahim Surya

Lanny Widjaja

Julianto Budi Husen

Winny Syarief

 

 

 

 

Apabila ada Saudara-saudara yang belum dapat menerima calon-calontersebut karena alasan-alasan yang berdasarkan Tata Gereja, pernyataankeberatan berikut alasan-alasan disampaikan secara tertulis kepada MajelisJemaat terakhir tanggal 17 Januari2010.   

 
Pesan Bulan Oikumene 2009 Print E-mail
Jumat, 22 Mei 2009

PESAN BULAN OIKOUMENE2009

PERSEKUTUANGEREJA-GEREJA

DI INDONESIA

 

" .... KEJARLAH DAMAISEJAHTERA DAN

HIDUP SALINGMEMBANGUN"

(bdk. Roma 14 : 19)

 

Saudara-saudara warga gereja yang dikasihi YesusKristus!

 

1.       Tatkala pada tanggal 25Mei 1950 gereja-gereja memutuskan untuk mendirikan "Dewan Gereja-gereja diIndonesia" (DGI), maka sejak itu sesungguhnya umat Kristen Indonesia tidak bisalagi mengelak dari komitmen mewujudkan "Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia"(GKYE). Komitmen ini adalah pula komitmen kita sekarang, yang tetap diembandengan segala pasang-surutnya. Ada saat ketika kita amat optimis, sehingga kitaberpendapat GKYE diproklamasikan saja. Kita tidak sabar dengan berbagaiketerpisahan yang ada. Tetapi ada juga saat tatkala kita pesimis melihatberbagai perkembangan yang kurang menyenangkan dalam pergaulan antar-gereja diIndonesia. Kita cenderung saling mempersalahkan, menganggap diri lebih baikdari yang lain, bahkan cenderung saling menghakimi. Namun demikian, kita tidakpernah berputus asa. Pada tahun 1984 kita kembali menegaskan komitmen kita itudengan meningkatkan "Dewan" menjadi "Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia"(PGI). Setelah 25 tahun, maka saatnyalah bagi kita sekarang untuk melihatkembali apakah kita masih tetap berada pada jejak (track) yang benar, dan karena itu perlu diteruskan danditingkatkan. Ataukah kita telah menyimpang sehingga perlu diluruskan lagi.Sesungguhnya Gerakan Oikoumene lebih dari sekadar upaya untuk mewujudkan GKYE.Gerakan Oikoumene adalah memberlakukan Amanat Allah untuk secara terus-menerusmenjadikan dunia sebagai rumah yang layak dihuni. Itu berarti, selama masih adaketidakadilan, peperangan, konflik, teror, yang menyebabkan ketidaksejahteraan,maka dunia kita belumlah sebuah rumah yang layak huni. Oleh karena itu menjaditugas kita untuk senantiasa berjuang bagi hadirnya sebuah dunia yang layakhuni. Kondisi itu hanya bisa dicapai apabila gereja-gereja kita tidakterpecah-belah, tetapi seperti yang dinyatakan Yesus dalam doaNya "... supayamereka semua menjadi satu, .... supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telahmengutusAku ..." (Yoh. 17:21).

 

2.       Tema Bulan Oikoumene 2009 ini berbunyi, ".... kejarlah damai sejahtera danhidup saling membangun" (bdk. Rm. 14:19). Ini adalah variasi dari penggalanayat Alkitab dalam rangkaian nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di kota Roma.Jemaat Kristen yang masih sangat muda di kota metropolitan yang terkesandimarjinalkan ini membutuhkan nasihat-nasihat yang memperkuatanggota-anggotanya untuk mampu berdiri tegak di tengah-tengah dunia yang tidakramah. Salah satu unsur penting guna mencapai kekuatan itu adalah apabilajemaat tidak hidup terpecah-belah, sebaliknya hidup rukun di dalam persekutuansatu sama lain. Karena itu Rasul Paulus menyerukan agar anggota-anggota jemaattidak menghakimi satu sama lain, dengan misalnya melecehkan mereka yang lemahimannya dalam hal memakan jenis-jenis makanan (14:1-3), atau dalam halmenganggap hari yang satu lebih penting dari hari yang lain (14:5-6). RasulPaulus menegaskan, bahwa cara seperti itu justru membawa jemaat ke dalam sikaphidup egoisme, hal yang tidak bisa diterima di dalam hidup persekutuan. Jemaat,kata Rasul Paulus mestinya menyadari bahwa hidup dan mati mereka untuk Tuhan,sebagaimana diperlihatkan di dalam kematian dan kebangkitan Kristus (14:7-8).Dengan saling menghakimi ini jemaat akan menjadi batu sandungan bagisaudaranya. Keadaan ini tidak akan membawa damai-sejahtera di dalam kehidupanbersama. Kalau itu tidak tercapai, maka perpecahanlah yang terjadi. Makakejarlah damai sejahtera, dan pakailah segala kemampuan yang ada pada dirimasing-masing untuk saling membangun.

Setelah 59 tahunberoikoumene, kita perlu mempertanyakan ulang secara jujur kepada diri kitamasing-masing, makin dekatkah kita satu sama lain, adakah kita saling membangun,atau justru biasa-biasa saja. Masihkah kita melihat PGI sebagai wadah yangdidalamnya keesaan diperjuangkan, atau justru wadah yang melestarikanperpecahan di antara gereja-gereja?         

 

3.       Bulan Oikoumene 2009 ini kita peringati dalam suasana bangsa kita sedangmelaksanakan agenda nasional penting, Pemilihan Umum. PGI telah menyerukankepada gereja-gereja untuk sungguh-sungguh melihat penyelesaian persoalanbangsa dan negara sebagai panggilan dengan ikut-serta dalam Pemilihan Umumsecara bertanggung-jawab dan mendengarkan suara hati nurani. Sidang MPL-PGIyang diselenggarakan tanggal 16-19 Februari 2009 di Makassar menegaskan tekadumat Kristen Indonesia untuk memperkuat komitmen pluralisme dan kebangsaan.Pluralisme adalah salah satu pilar penting bagi terpeliharanya, kesatuanbangsa. Siapa yang meremehkannya, sesungguhnya ia meremehkan kesatuan bangsa,yang akan menuju kepada keruntuhannya. Karena itu hadirnya sejumlah peraturandaerah dan Undang-undang yang bernuansa agama harus disikapi secara serius.Secara khusus kita memberi perhatian terhadap berbagai Rancangan Undang-Undangyang jelas-jelas menafikan kemajemukan, dan mereduksikan masyarakat Indonesiahanya sebagai sesuatu yang homogen. Hal ini mempermiskin wajah Indonesia yangselama ini dikenal di dunia justru oleh kekayaan dan keanekaragaman suku danagamanya. Persoalan kemiskinan tetap merupakan persoalan akut bangsa kita.Kendati para elit politik mengklaim berbagai keberhasilan di dalammenanggulangi kemiskinan, namun tetaplah merupakan kenyataan bahwa "orangmiskin selalu ada padamu..." Selama hal ini tidak tertanggulangi dengan baik,maka klaim kita untuk hidup dalam damai-sejahtera dan saling membangun tidakbermakna apa-apa. Itulah sebabnya kita mendukung tujuan Millenium DevelopmentGoals (MDGs) yang berfokus antara lain pada penghapusan kemiskinan, pendidikan,kesetaraan gender, perlawanan terhadap HIV/AIDS, dan pelestarian lingkunganhidup. Pada akhirnya, kami ingin mengajak gereja-gereja untuk:

 

Pertama, terus-menerus dan bersungguh-sungguh memperjuangkan perwujudan keesaangereja disemua level dengan makin terbuka satu sama lain dalam kejujuran dankerjasama yang otentik.

 

Kedua, memberikan teladan bagaimana sesungguhnya hidup dalam damai-sejahteradan saling membangun. Keteladanan ini seharusnya terpancar keluar, kepadaseluruh warga bangsa agar merekapun mampu hidup dalam damai sejahtera dansaling tidak mempersalahkan satu terhadap yang lain.

 

Ketiga, secara bersungguh-sungguh memantau dan mengawasi agar penyelenggaraanpemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta negara dan bangsa benar-benarmenjadikan pluralitas bangsa sebagai pilar utama didalam membina danmengupayakan kesatuan.

 

Demikian pesan dan harapan kami di bulan Oikoumene2009 ini. Kiranya Tuhan memberkati segala upaya kita di dalam mewujudkankeesaan gereja demi kemuliaan Nama-Nya. Selamat merayakan Bulan Oikoumene.

 

Jakarta, Awal Mei2009

 

Atas nama MAJELISPEKERJA HARIAN

PERSEKUTUANGEREJA-GEREJA DI INDONESIA

 

 

 

Pdt. Dr. A. A.Yewangoe                     Pdt. Dr.Richard M. Daulay

                  Ketua Umum                                            Sekretaris Umum 

 
Pokok Doa Syafaat Print E-mail
Jumat, 19 Desember 2008

 POKOK DOA SYAFAAT:

 -Jemaat yang sakit dan dirawat di rumah:

  -Adik Gabrielle (cucu Pdt. Em. G. Loekita)

  -Bpk. Barens Nalang

  -Bpk. Imanuel (cucu Ibu Lea Gandono)  

  -Bpk. Hary Subur & Ibu Hilda  (orangtua Sdr. Paulus I.)

  -Ibu Rohartawati (Istri Pnt. Sujono)

  -Bpk. Trie Hindiarto (orangtua Ibu AngelineH.)

  -Bpk. Djohan (suami Ibu Amylia Djohan)

  -Bpk. Tahi Hamonangan

  -Ibu Kusmiati Tedja   

  -Oma Lidya Yunus 

  -Oma Dana

  - Ibu Lenny Krisnadi

  -Bpk. Tunggul M. Sitompul

  -Ibu Widya Tjahjadi 

 

 

Last Updated ( Minggu, 07 Pebruari 2010 )