|
|
|
Minggu, 21 Pebruari 2010 |
|
Renungan : AJARLAH KAMI MENGHITUNGHARI-HARI KAMI Ajarlah kami menghitunghari-hari kamisedemikian , hingga kami beroleh hati yangbijaksana (Mazmur 90: 12). Minggu ini kita memasukiminggu sengsara yang pertama. Yang kita ingat senantiasa dari minggu-minggusengsara adalah masa sengsara Tuhan Yesus, sebelum ajal menjemput-Nya ... padausia yang sangat muda ... 30-an tahun. Tapi bagi saya bagian terpenting darihidup Yesus di dunia ini bukanlah soal berapa lama Dia hidup, melainkan soalbagaimana Dia hidup. Tuhan Yesus hidup 30-an tahun sebagai manusia biasa didunia ini. Namun selama masa hidup-Nya yang singkat itu Tuhan Yesus telahmelakukan banyak perkara yang luar biasa bermakna dan berguna bagi orang lainpada zaman-Nya dan juga bagi kita semua yang hidup pada masa sekarang. TuhanYesus mengajarkan kebenaran, menyatakan keadilan, melakukan kebaikan dankebajikan berdasarkan kasih bahkan memperlihatkan kesetiaan yang intens kepadakehendak Bapa-Nya di sorga dengan menunaikan karya misi-Nya di dunia Ini untukmenyelamatkan umat manusia. Harga yang harus dibayar sangat mahal, denganpengorbanan diri di kayu salib; sesuatu yang pernah (jika dapat) ditolak-Nyanamun (akhirnya) dijalaninya juga sebagai buah kesetiaan-Nya kepada kehendaksang Bapa. Dalam kehidupan berjemaatkita mengenal sosok lain bernama Sri Sudarjatini Sumawa atau yang biasadipanggil ibu Made (almh). Pada hari Rabu malam yang lalu, ia telah dipanggilpulang Pencipta dan Pemeliharanya. Masa hidup ibu Made jika dibandingkan denganTuhan Yesus di dunia ini tergolong lebih lama, mungkin 2 kali lipat. Namundemikian toh terasa singkat juga. Tetapi sama seperti Tuhan Yesus,beliau-dengan segala kekurangan dan kemampuannya-telah berusaha mempersembahkanyang terbaik kepada Allah dalam pelayanan gerejawi selama hidupnya di duniaini. Jiwa pelayanannya nampak dalam kesetiaan dan ketekunannya melayani selamaini. Pernah beliau hampir tidak bersedia lagi dicalonkan sebagai penatua karenasuatu alasan sesaat sebelum berakhirnya satu periode pelayanan sebagai penatua,namun kemudian beliau memutuskan lain setelah menggumulinya bersama Tuhan. Sayapercaya bahwa kesetiaan beliau sangat dihargai Tuhan. Kalau kini Tuhanmemanggil beliau dengan cara-Nya sendiri, saya percaya itu adalah tanda cintakasih Tuhan kepada-Nya. Bahwa Tuhan yang beliau layani dengan setia sepanjangkehidupan beliau berkenan ditemui muka dengan muka. Kini almh. ibu Made telahtiada. Seolah Tuhan berkata: "Cukup sudah engkau melayani Aku, Sri. Sekarangmasuklah ke rumah kekal yang sudah Aku sediakan bagimu." Selamat jalan bu Made.Kiranya keteladanan pelayananmu sebagai seorang penatua dapat kami jadikansebagai teladan yang senantiasa menginspirasi dan menyemangati jiwa dalampelayanan yang masih Tuhan percayakan kepada kami. Bagi kita yang masih hidup,marilah kita masing-masing menghitung hari-hari kita, supaya entah berapa lamalagi kita hidup di dunia ini, kita beroleh hati yang bijaksana untuk tidakmenyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kitamasing-masing dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan dengan optimal demikemuliaan nama-Nya. Amin. Oleh: Tkt. Christian Siregar, S.Th., M.Pd. |
|
|
Jumat, 12 Pebruari 2010 |
|
Renungan : BELAJAR DARIKERANG MUTIARA Konon ada dua cara bagimanamanusia menghadapi tantangan dan kesulitan. Cara yang pertama adalah isolasi. Ia berusaha keras melarikandiri, mengisolasi atau mengasingkan diri serapat-rapatnya, sehingga tantangantak mampu menyentuhnya. Sedangkan cara yang kedua adalah insulasi. Insulasi adalah cara yang dipakai negara-negara empatmusim, yang ‘membungkus' dinding rumah mereka sedemikian rupa, sehingga panasdi dalam ruangan tidak mudah hilang. Kalau saja dapat diwujudkan kedalam kenyataan, kedua cara itu sebenarnya sama baiknya. Masalahnya, bagaimanamungkin orang bisa sepenuhnya ‘mengisolasi' diri dari tantangan sekitar? Iya,kan? Sebab itu, saya menganjurkan agar kita belajar ilmu insulasi dari kerangmutiara. Anda pasti mengetahui bahwa proses terjadinya sebuah mutiara bermuladari sebutir pasir yang ‘nyasar' atau sengaja ditaruh di tubuh si kerang.Kerang itu tentu risih ada benda asing mampir di tubuhnya. Tetapi membuang itudari tubuhnya, ia tak mampu. Sebab itu, yang dilakukannya adalah menginsulasiatau membungkus pasir itu dengan cairan tubuhnya. Pasir yang semula mengganggu,kini menjadi mutiara yang indah. Seorang bernama Milo, asalCrotona, pernah sesumbar bahwa dalam waktu tiga bulan ia akan mampu mengangkatseekor banteng dewasa dengan kedua tangannya. Tak seorang pun mempercayainya.Namun, pada harinya mereka toh datang juga untuk melihat apakah Milo mampumemenuhi janjinya. Ternyata bisa! Apa gerangan yang ia lakukan selama tigabulan itu? Mula-mula ia membeli seekor anak banteng. Setiap pagi dan petanghari ia berlatih mengangkat tubuh anak banteng itu, yang selama tiga bulantentu telah bertumbuh menjadi anak banteng yang dewasa. Milo membuktikankebenaran teori untuk menghadapikesulitan dengan telaten. Maka keberhasilan menghadapi kesulitan yang satu akanmemampukan Anda mengalahkan kesulitan yang lebih besar yang datang kemudian. Rasul Paulus juga memberikanresep jitu mengenai bagaimana ‘menginsulasi' tantangan penindasan, kesesakan,penganiayaan, dan sebagainya. Yaitu ‘menginsulasinya' dengan kasih Allah yangada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Roma 8:35-39). Amin. Diambil dari: 365 ANAK TANGGA MENUJU HIDUP BERKEMENANGAN Karya: (Alm.) Pdt. Eka Darmaputera |
|
|
Minggu, 07 Pebruari 2010 |
|
Surat Gembala Merah ... pink... itulah warna yang mendominasi bulan Februari. Warna merah karena pada bulanini juga akan dirayakan tahun baru imlek, sementara warna pink karena hariValentine. Namun secara umum bulan Februari dikenal sebagai bulan kasih sayang. Memang seharusnyakasih sayang itu ditujukan sepanjang tahun bukan hanya pada satu hari tertentusaja yaitu tanggal 14 Februari. Apalagi sebagai anak-anak Tuhan kita selaludiajarkan untuk mengasihi (kita bisa melihatnya dalam perintah Tuhan Yesusdalam injil Matius 22 : 37 - 40). Pertanyaan yang seringkali muncul adalah:mengapa kita harus mengasihi? 1 Yohanes 4 : 7 - 8 mengungkapkan bahwa " ....Kasih itu berasal dari Allah" bahkan dengan tegas dikatakan bahwa "... Allahadalah Kasih". Jadi jelas perintahnya yaitu kita yang mengaku sebagai anak-anakAllah, kita harus mengasihi. Perintah untuk mengasihiini adalah perintah yang gampang-gampang - sulit. Gampang ... kalau kita harusmengasihi orang yang baik, orang yang juga mengasihi kita, orang yang tidak"neko-neko". Sulit .... kalau kita harus mengasihi orang yang pernah menyakitikita, orang yang pernah "berhianat" orang yang menyulitkan kita. Tetapi Tuhan memberikanperintah ini bukan hanya ditujukan untuk orang yang baik saja melainkanditujukan untuk semua orang. Itulah sebabnya Paulus menuliskannya dalam 1Korintus 13 bahwa kasih itu sabar; kasih itu murah hati; .... ia tidak pemarah,tidak mencari keuntungan sendiri ... dan seterusnya. Andai kata semua orangmemiliki kasih yang seperti ini maka dunia kita akan aman, maka dunia kita akansejahtera karena tidak akan terjadi perusakan alam lingkungan kita. Kenyataannya, duniakita krisis. Krisis di berbagai bidang mulai dari lingkungan sampai denganmoral, maka untuk menghadapi ini semua KASIH-lah yang dibutuhkan. Kasih yangtulus ..... kasih yang berasal dari Allah. Marilah kita belajar mengasihi .... mengasihidiri sendiri .... mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kita siapapun mereka.... dan mengasihi alam kita. Dari RuangPastoral: Pdt.Engeline Chandra Pnt. DaudChevi Naibaho, S.Si (Teol) |
|
|
Selasa, 02 Pebruari 2010 |
|
Renungan: BERSYUKUR Saudaraku,kata bersyukur tentu tidak asing lagi di telinga kita. Sebagai orang Kristenkita sering mendengar kata tersebut dalam khotbah-khotbah. Apa arti bersyukur?Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa DepartemenPendidikan Indonesia: ber·syu·kur berarti berterimakasih; mengucapkansyukur. Sedangkan kata dasar syukur sendiri berarti rasaterima kasih kepada Allah. Berdasarkankamus tersebut jelas kata syukur diterjemahkan sebagai rasa terimakasih kepadaTuhan, bukan kepada yang lain, juga bukan kepada sesama manusia. Untuk menolong kita sekalian dalam memahami artibersyukur, saya mengajak Saudara-saudara untuk membaca Lukas17: 11 - 19. Kalau kita simak cerita tadi, kita melihat bahwa hanyaseorang dari sepuluh orang yang telah disembuhkan yang bersyukur danberterimakasih, hal ini sebetulnya mengecewakan Yesus yang dinyatakan-Nya padaayat ke 18 yaitu "Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakanAllah selain dari pada orang asing ini?" Pada zaman itu orang Samariadianggap sebagai orang asing dan bangsa yang kurang dihargai. Namun orang yangkurang dihargai itu justru mampu menghargai kasih Yesus yang telahmenyembuhkannya. Kisah ini hendak mengingatkan kita semua tentang artibersyukur. Apakah kita juga sudah bersyukur kepada Tuhan seperti 1 orangSamaria itu? Atau, jangan-jangan kita lupa bersyukur seperti ke-9 orang itu?Tentunya, Tuhan ingin agar kita semua mengingat kebaikan Tuhan dan bersyukurkepada-Nya. Saudaraku,bersyukur, akan saya bagi dalam 3 bagian yaitu: 1. Bersyukur atas hal-hal yang besar Biasanya, kita akanbersyukur untuk hal-hal yang besar dan menyenangkan atau "menguntungkan" kita,misalnya kita mendapatkan kenaikan jabatan, kenaikan gaji, mendapatkan proyek,keberhasilan mencapai sesuatu yang diidam-idamkan, pindah ke rumah baru,mendapatkan anak/cucu yang sempurna, sembuh dari penyakit, terhindar darimarabahaya, keberhasilan anak kita dalam studi dan karir, mendapat pekerjaanyang baik, pemilu berlangsung dengan damai, dan masih banyak lagi hal besaryang kita syukuri. Jadi bersyukur di sini adalah hal yang umum/lumrah. 2. Bersyukur atas hal-halyang kecil Bersyukur atas hal-hal yangkecil ini lebih jarang kita lakukan, kalaupun dilakukan hanya sebagai"formalitas" saja dibandingkan dengan bersyukur atas hal-hal yang besar.Padahal kalau kita renungkan bersyukur atas hal-hal yang biasa kita temuiadalah hal-hal yang jauh bebih penting dari pada hal-hal besar, karena banyakhal-hal biasa yang kita alami sebetulnya adalah penopang kehidupan kita.Misalnya air, adalah hal yang jauh lebih penting dari makanan, kita selaluberdoa jika hendak menyantap makanan, bagaimana kalau kita hendak meminum air?Konon katanya kalau kita tidak minum 3 hari maka kita akan mati, tetapi kalaukita tidak makan selama 7 hari atau lebih baru kita akan mati. Bagaimana denganrasa syukur kita atas matahari yang masih terbit setiap hari atas bumi yangmasih berputar diatas porosnya, begitu juga atas planet-planet yang beredar diporosnya masing-masing, juga masih tersedianya oksigen secara berlimpah. 3. Bersyukur atas hal-halyang kurang menyenangkan. Rasanya bersyukur atas halini adalah merupakan hal yang paling sulit kita lakukan, dimulai darimenghadapi jalan raya yang macet setiap hari, rumah kita yang mendapatkangiliran pemadaman listrik, rumah kita yang dilanda banjir. Yang lebih sulitlagi kalau kita harus menghadapi musibah kecelakaan, yang menimpa keluarga kitaatau orang yang kita sayangi, atau bahkan kita sendiri. Berdasarkanketiga hal ini, saya mengajak Saudara sekalian untuk senantiasa mengucap syukurdalam segala hal. Sekalipun, kita harus mengalami penderitaan atau musibah,marilah kita melihat hal-hal positif dari peristiwa itu. Niscaya, kita akanmengucap syukur. Jangan lupakan kebaikan Tuhan, tapi marilah kita mengucapsyukur senantiasa. Seperti syair refrein Kidung Jemaat 450 yang mengatakan,"Dalam susah pun senang, dalam segala hal, aku bermazmur dan ucap syukur; itukehendak-Nya". Saudaraku, Tuhan menghendaki saya dan Saudara untuk mengucap syukurdalam segala hal, sama seperti orang Samaria yang mengingat kebaikan Tuhan danmengucap syukur atas kesembuhan yang diterimanya. Tuhan memberkati kita semua.Amin. Oleh:Pnt. Albert B. Solihin/DN |
|
|
Senin, 18 Januari 2010 |
Ø CALONPENATUA MASA PELAYANAN APRIL 2010 - MARET 2013 Setelah didoakan dan dipertimbangkan dengan seksama calon-calon yangdiajukan oleh Jemaat, maka telah dipilih Saudara-saudara yang namanya tercantumdi bawah ini sebagai Calon Penatua (Majelis Jemaat) untuk masa pelayanan April2010 - Maret 2013. Berikut ini adalah nama Calon Penatua (CPnt) di GKI Kepa Duri adalah: | Ivan Kemala | Waris Bonggakarua | | Rosilawati Hadiputro | Imanuel Kristanto Aswandi | | Handojo Santoso | Hartono | | Tan Hian An | Endro Tjahyoputro | | Ingrid Lauw | Evie Darma | | Noerhajati Budiarto | Ibrahim Surya | | Lanny Widjaja | Julianto Budi Husen | | Winny Syarief | | Apabila ada Saudara-saudara yang belum dapat menerima calon-calontersebut karena alasan-alasan yang berdasarkan Tata Gereja, pernyataankeberatan berikut alasan-alasan disampaikan secara tertulis kepada MajelisJemaat terakhir tanggal 17 Januari2010. |
|
| | |