Renungan:
Arti Sebuah Tantangan
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Ketika seorang anak berhasil mengendarai sepeda roda tiga, bapanya tidak akan membelikan ia sepeda roda tiga lagi, tetapi sepeda roda dua. Ketika seorang guru menjumpai siswa yang sangat pandai di kelas, ia tidak akan mengecualikan siswanya itu dari tugas sekolah. Sebaliknya siswa itu akan mendapat tugas tambahan, dengan beban dua kali lebih berat dari teman-temannya. Seorang musisi muda yang sangat berbakat, bukannya dilatih musik yang lebih mudah, tetapi lebih sulit dikuasai. Anak-anak yang sudah menjadi bintang lapangan, tidak akan diterjunkan ke dalam kejuaraan yang lebih ringan, sebab mereka akan mengikutinya dengan tidak berkeringat. Mereka akan diterjunkan di pertandingan dengan lawan yang lebih berat. Di sanalah mereka akan berjuang keras untuk mengasah dan membuktikan kemampuannya.
Seorang guru yang bijaksana akan selalu menantang murid-muridnya dengan ujian yang lebih berat. Ujian adalah alat untuk mengukur kemampuan seseorang; apakah kemampuannya tetap atau bertambah. Ketika ia berhasil dalam ujian itu, ia akan diberikan tantangan atau ujian yang lebih berat untuk mengukur kemajuan prestasinya. Prestasi itulah yang akan menghantarnya menjadi juara sejati dengan hadiah kemenangan yang sesuai.
Demikianlah kita sebagai orang Kristen. Menjadi Kristen yang semakin baik berarti kita mensyukuri tantangan atau ujian yang diberikan kepada kita dan memilih untuk melakukan sesuatu yang lebih baik, yang Allah perkenankan terjadi dalam kehidupan kita. Untuk apa? "Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya" (ay. 7). Amin.
Oleh : Tkt. Christian Siregar, S.Th.
|